9 tahun lamanya di kampung itu tak ada pernikahan. Para wanita lajang selalu menolak setiap lamaran pria yang ingin menikahinya. Mengapa?
Sekelompok pria lajang dari kampung Uzumlu, Turki bagian selatan, turun ke jalan pada hari Selasa yang lalu. Mereka berunjuk rasa untuk memprotes sikap para gadis yang ada di desa mereka, yang selalu menolak setiap ada pria yang melamar untuk lamaran pernikahan.
Sekelompok pria lajang dari kampung Uzumlu, Turki bagian selatan, turun ke jalan pada hari Selasa yang lalu. Mereka berunjuk rasa untuk memprotes sikap para gadis yang ada di desa mereka, yang selalu menolak setiap ada pria yang melamar untuk lamaran pernikahan.
Demonstrasi itu merupakan puncak
kekesalan para lelaki jomblo tersebut. Sebab, sikap para wanita lajang
yang didesa nya dikeluhkan itu membuat mereka kesulitan menjari jodoh. Sudah
sembilan tahun lamanya tidak ada pernikahan di kampung tersebut
Dikutip Dream dari laman Al Arabiya,
Kamis 7 April 2016, sebab wanita-wanita lajang di Uzumlu tak mau menikah
dengan lelaki lokal, karena tak ingin tinggal di kampung mereka, yang
memang udik. Para wanita itu lebih memilih hijrah ke kota untuk mengejar
masa depan yang dianggap lebih cerah, padahal sama saja kan??.
Itulah mengapa para lelaki jomblo itu berunjuk rasa. Mereka turun ke jalan, membawa poster berisi tuntutan agar para wanita single di kampung itu mau tinggal di desa kecil itu, ketimbang pergi ke kota-kota besar.
Untuk menunjukkan keinginan mereka untuk menikah, salah satu lelaki yang ikut berunjuk rasa membawa banner yang isinya menuntut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, membantu mereka.
Dalam banner yang ditujukan
kepada Erdogan itu pula, para lelaki itu berjanji akan menghamili
istri-istri mereka dan memiliki lima anak. Erdogan sebelumnya memang
mendorong warganya untuk memiliki minimal tiga anak.
Walikota daerah itu, Mustafa Bashbilan,
mengatakan, dari 233 populasi di desa itu, 25 di antaranya adalah lelaki
jomblo dengan usia antara 25 hingga 45.
Menurut Bashbilan, kebanyakan wanita di
daerah itu lebih memilih pindah ke kota, sementara kaum pemuda lebih
memilih tinggal di desa untuk menjaga dan mengerjakan ladang keluarga.
Kampung itu tak mengalami masalah
ekonomi sama sekali. Namun ya itu tadi, masalah terbesarnya adalah para
pemuda di sana tak bisa memiah.
Bashbilan mengenang, pernikahan terakhir di desa itu terjadi sembilan tahun yang lalu, ketika penduduknya berjumlah 400. (Ism)
Ada-ada saja ya mereka ! memang didunia ini banyak ke unikan maupun itu dinegara indonesia atau di negara lain pasti memiliki ke unikannya sendiri


Anda sedang membaca artikel berjudul

Ada ada aja ya gan, :-D
ReplyDeletetapi kalau di indonesia nikah tuh udah jadi tradisi gan selama turun temurun :v gak langka lagi. . . . :v
Hahaha jones tingkat dewa tuh
ReplyDeleteSaking lamanya jadi jones ampe demo :v wkwk ngakak
ReplyDeleteWaduh udah kayak dibandung aja gan hehe, menuntut kang emil menyediakan jodoh bagi jejombloaan
ReplyDelete